Kajian Literatur Perundungan
Pada bagian ini memuat kajian literatur perundungan. Konsep yang dimuat dalam literatur ini ada faktor penyebab perundungan, dampak korban perundungan, dan penanggulangan perundungan. Untuk konsep penyebab perundungan, penulis menggunakan penelitian terdahulu dari Utami (2019), kemudian dari Thalib dkk (2021), dan dari Cahyani dkk (2024). Selanjutnya, untuk konsep dampak korban perundungan, penulis menggunakan penelitian terdahulu dari Wibowo dkk (2023), kemudian dari Thalib (2021), dan dari Fauzan dkk (2023). Selanjutnya, untuk konsep penanggulangan perundungan, penulis menggunakan penelitian terdahulu dari Zahra dkk (2018, December), kemudian dari Nugraha dkk (2023), dan dari Mulyana (2023).
Penyebab perundungan
Menurut Utami (2019), faktor-faktor penyebab perundungan sebagai berikut ;(1) faktor individu berupa sikap yang terlalu pendiam dan konsep diri yang rendah membuat siswa berpotensi menjadi korban bullying;(2) faktor sekolah (iklim sekolah) yang negatif mendukung bullying yang terjadi;(3) faktor keluarga yang kurang harmonis menyebabkan siswa memiliki konsep diri yang rendah;(4) faktor pertemanan yang tidak sehat akan menyebabkan siswa berpotensi menjadi pelaku bullying.
Menurut Thalib dkk (2021), ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku perundungan adalah lingkungan siswa, kepribadian, perbedaan status sosial dan ekonomi, media, dan pengalaman masa lalu.
Menurut Cahyani dkk (2024), faktor-faktor yangg menyebabkan perundungan adalah sebagai berikut; stres siswa, status sosial, pengalaman perundungan sebelumnya, dan kurangnya dukungan dari teman sebaya dan keluarga. Selain itu, faktor-faktor lingkungan sekolah juga memegang peranan penting dalam mempengaruhi perundungan, seperti kebijakan sekolah dan budaya sekolah yang mendukung atau tidak mendukung perundungan.
Dampak korban perundungan
Menurut Wibowo dkk (2023), dampak yang dialami korban perundungan antara lain munculnya berbagai masalah psikologis seperti depresi, kecemasan sampai gangguan tidur yang dapat terbawa hingga dewasa. Selain itu, munculnya kesehatan fisik seperti sakit kepala, sakit perut dan gangguan kesehatan. konflik, serta perasaan terancam.
Menurut Thalib (2021), dampak perilaku perundungan bagi korban adalah munculnya kecemasan, rasa rendah diri, traumatik sedangkan bagi pelaku perilaku perundungan adalah tidak disenangi orang lain, merasa puas, malu, dan tertekan.
Menurut Fauzan dkk (2023), dampak dari perundungan ini sangat lah menakutkan bagi korban jika tidak ditangani dengan baik, mulai dari gangguan mental yang menyebabkan korban merasa tidak percaya diri, tidak bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, bahkan ada korban yang memutuskan bunuh diri karena tidak kuat menahan rasa malu atas semua perilaku perundungan yang mereka dapat.
Penanggulangan perundungan
Menurut Zahra dkk (2018, December), ada beberapa penanggulangan yaitu memberikan poin atau sangsi dengan membuat surat peryataan, melakukan pendekatan personal, memberikan edukasi kepada bystanders agar berani melapor, dan pengabaian (isolasi sosial) terhadap pelaku. Dampak dari upaya tersebut berhasil untuk mengurangi perilaku perundungan namun terkait dengan pengabaian perlu diadakan tinjauan ulang.
Menurut Nugraha dkk(2023),Persatuan Bangsa Bangsa melalui UNICEF menggencarkan pelaksanaan Program Roots untuk menanggulangi kasus perundungan di lingkungan sekolah dengan melibatkan teman sebaya untuk menjadi agen yang berfungsi untuk mencegah kasus perundungan di lingkungan sekolah semakin meningkat.
Menurut Mulyana (2023), upaya penanggulangan perundungan dapat menggunakan kebijakan penal (hukum pidana) dan kebijakan non penal (di luar hukum pidana). Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan cara mengajarkan akibat dari perundungan kepada anak dan hak-hak anak ketika perundungan terjadi pada dirinya, serta upaya memberikan kesadaran kepada anak sebagai pelaku perundungan dengan cara menanamkan kepada pemikiran anak bahwa perundungan merupakan perbuatan tercela dan dibenci oleh semua orang.
Berdasarkan kajian literatur tersebut maka dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, penyebab perundungan bisa terjadi karena faktor dari keluarga yang tidak harmonis, teman sebaya, gurunya maupun lingkungan sekitar yang bisa mendorong terjadinya perundungan. Kedua, dampak dari korban perundungan yaitu bisa memunculkan masalah psikologis atau gangguan mental, kesehatan fisik yang buruk, hingga bisa mengakibatkan korban melakukan bunuh diri. Ketiga, cara penanggulangan perundungan yaitu bisa memberikan kesadaran pada anak bahwa perundungan merupakan perbuatan tercela dan memberikan edukasi agar korban perundungan berani melapor.
Daftar Pustaka
Cahyani, S. A., Soesanto, E., Karismah, A., & Syaqurani, S. (2024). ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUNDUNGAN TEMAN SEBAYA PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS: PENGARUH INTERAKSI PERSEPSI POPULARITAS, NORMA KELAS, PELEPASAN MORAL DAN KARAKTER. Sindoro: Cendikia Pendidikan, 2(6), 1-10. Dalam https://ejournal.warunayama.org/index.php/sindorocendikiapendidikan/article/view/1746. Diakses pada hari kamis tanggal 29 February 2024 , pukul 13.39 WIB.
Fauzan, A., Alfiyanti, A., Herlin, A., Prayulia, D., Alamsyah, M., Satria, M., ... & Faruqi, Z. (2023). DAMPAK KASUS PERUNDUNGAN DI KALANGAN PELAJAR SMAN 13 TANGERANG. Pendidikan Karakter Unggul, 1(5).Dalam https://karakter.esaunggul.ac.id/index.php/pku/article/view/253. Diakses Pada hari Kamis, 29 Februari 2024, pukul 13.35 WIB.
Mulyana, A. M. A., Akub, M. S., & Mirzana, H. A. (2023). Tinjauan Kriminologis terhadap Tindak Pidana Kekerasan oleh Anak dalam Bentuk Perundungan (Bullying). Jurnal Diskursus Islam, 11(2), 8395. Dalam https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=cara+penanggulangan+perundungan&oq=#d=gs_qabs&t=1709187215685&u=%23p%3DLxAatIjR0P0J.Diakses pada hari Kamis, 29 Februari 2024, pukul 13.15 WIB.
Nugraha, L. G., Apriliana, A. N. R., & Amalia, A. R. (2023). PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PERUNDUNGAN DI LINGKUNGAN SMPN 2 MATARAM. Prosiding PEPADU, 5(1), 416-423. Dalam https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=cara+penanggulangan+perundungan&oq=#d=gs_qabs&t=1709186775644&u=%23p%3DZnfpF7Enm5sJ. Diakses pada hari Kamis, 29 Februari 2024, pukul 13.10 WIB.
Thalib, S. B., Thalib, T., & Makkatenni, N. H. (2021). Perundungan pada Siswa SMP, Dinamika Kontrol Diri dan Konsep Diri: Faktor, Dampak dan Usaha Penanggulangan. Jurnal Psikologi Karakter,1(2),83-93.Dalam https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=dampak+korban+perundungan&btnG=#d=gs_qabs&t=1709187680308&u=%23p%3DVuvb70MpyPAJ. Diakses pada hari Kamis, 29 Februari 2024, pukul 13.27 WIB.
Thalib, S. B., Thalib, T., & Makkatenni, N. H. (2021). Perundungan pada Siswa SMP, Dinamika Kontrol Diri dan Konsep Diri: Faktor, Dampak dan Usaha Penanggulangan. Jurnal Psikologi Karakter,1(2),83-93.Dalam https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=dampak+korban+perundungan&btnG=#d=gs_qabs&t=1709187680308&u=%23p%3DVuvb70MpyPAJ. Diakses pada hari Kamis, 29 Februari 2024, pukul 13.27 WIB.
Utami, A. N. (2019). Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab. BASIC EDUCATION, 8(8), 795-801.Dalam https://journal.student.uny.ac.id/index.php/pgsd/article/view/15031. Diakses pada hari Rabu, 28 Februari 2024, pukul 09.55 WIB.
Wibowo, A., Fadilatunnisa, D., Aviani, I., Risqi, M., Hafizh, M., Ardhana, L., & Prakosta, R. (2023). Dampak Perundungan Di Lingkungan Sekolah MTS Satria Jakarta Barat. Pendidikan Karakter Unggul, 1(3).Dalam https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=dampak+perundungan&btnG=#d=gs_qabs&t=1709089956371&u=%23p%3D3udvOZ5ug6wJ . Diakses pada hari Rabu, 28 Februari 2024, pukul 10.18 WIB.
Zahra, A. A., & Purwati, P. (2018, December). UPAYA PENANGGULANGAN PERUNDUNGAN DI SMP X YOGYAKARTA. In SemNasPsi (Seminar Nasional Psikologi) (Vol. 1, No. 1, pp. 156-166). Dalam https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=+penanggulangan+perundungan&btnG=#d=gs_qabs&t=1709101322753&u=%23p%3DA0Ojzf0VqMAJ. Diakses pada hari Rabu, 28 Februari 2024, pukul 13.24 WIB.
Penulis adalah Esthi Nur Choirun Nisa, kelas XI-7, sekolah di SMA N 1 Jakenan.